Senin, 27 September 2021 23:54

Kwarcab Purbalingga

Portal Informasi Pramuka Purbalingga

Sebulan Mengabdi di Pengungsian. Pramuli Purbalingga Ditarik Kembali ke Sanggar Pramuka

2 min read

Setelah sebulan melaksanakan pengabadian kepada masyarakat di lokasi bencana alam tanah bergerak Dusun Pagersari, Desa Tumanggal Kecamatan Pengadengan, Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga kembali ke Sanggar Bakti Pramuka.

Koordinator lapangan, Kak Edi Susanto mengungkapkan, Pramuli dan Taruna Siaga Bencana menjadi relawan yang kembali ke pangkalan dan markasnya, setelah sebelumnya tim dari Dinsosdalduk KB P3A, BPBD, PMI dan para relawan yang telah selesai bertugas pada Kamis (31 Desember 2020).

“Tadi sore, Pramuli dan Tagana menyiapkan makan malam di dapur umum posko pengungsian. Malam ini menjadi hari terakhir bagi kami berada di dapur umum. Kami mohon pamit undur diri kembali ke Sanggar Bakti Pramuka. Mohon maaf, jika selama ini kami ada tingkah laku yang tidak berkenan di hati masyarakat Desa Tumanggal,” ungkapnya saat berpamitan kepada Kepala Desa dan para pengungsi, seperti dikutip dari laman https://kwarcabpurbalingga.or.id/, Minggu malam (3 Januari 2020).

Ia menambahkan, Pramuli dan Tagana Purbalingga mendapat tugas tambahan untuk menyiapkan para pengungsi agar dapat mandiri dalam menyiapkan kebutuhan sehari-hari. Pihaknya telah mengajari bagaimana mekanisme memasak dalam jumlah besar dan dipatok waktu agar bisa terdistribusikan tepat waktu.

“Pasalnya untuk waktu distribusi makanan harus dilakukan dengan seksama, untuk menyiapkan nasi bungkus untuk sarapan pagi harus didistribusi pukul 06.00, makan siang pukul 12.00 dan makan malam pukul 17.00,” katanya

Menurut Kak Edi, dapur umum sudah bisa dilepas pada Senin (4 Januari 2021) yang selanjutnya akan diserahkan pada para pemuda yang tergabung di Karang Taruna Gema Remaja dan juga ibu-ibu PKK desa setempat. Secara bertahap proses memasak nantinya bisa dilakukan di rumah masing-masing agar lebih mudah.

“Secara bertahap nantinya mereka akan bisa memasak di rumah masing-masing. Mereka masih memerlukan logistik mentah berupa sembako,” ungkapnya.

Kepala Desa Tumanggal, Surati menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan dan semua pihak yang telah peduli kapada masyarakat Dusun Pagersari. Pihak Desa memang meminta kepada relawan dari Pramuli dan Tagana Purbalingga untuk membantu menyiapkan kemandirian para pengungsi bencana tanah bergerak agar bisa memulai kehidupan baru.

“Untuk Kakak-kakak Pramuli dan saudara-saudara kami dari Tagana, terima kasih atas kerja keras, keikhlasan serta kepeduliannya. Tak lupa juga untuk para relawan lainnya yang telah membantu korban terdampak bencana alam. Bahu membahu mengevakuasi, membantu memasak di dapur umum, serta semua masyarakat terima kasih atas donasinya, semoga yang dilakukan dapat menjadi ladang amal ibadah,” ungkapnya

 

Kwarcab Purbalingga selama masa tanggap darurat telah menerjunkan sekitar 90 orang anggota Pramuka yang terdiri para Andalan Cabang, DKC, DKR, Pramuli, Ubaloka, Pasperda, Saka, Unit Pewarta Pramuka dan anggota Kwartir ranting.

Sebagai informasi, bencana tanah bergerak yang melanda Dusun Pagersari, Desa Tumanggal terjadi pada Kamis, 3 Desember 2020. Pergerakan tanah diakibatkan karena faktor hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga malam hari.

Selain itu, faktor topografi dengan kemiringan 30 derajat membuat tanah di Dusun Pagersari semakin labil. Akibatnya puluhan rumah mengalami retak pada bagian dinding bahkan beberapa diantaranya roboh.

Kerusakan yang terjadi mulai dari rusak ringan hingga dapur ambruk karena elevasi tanahnya turun dan dua rumah lainnya amblas. Hingga Kamis, 31 Desember 2020 warga terdampak tersebar di RT 15, 16 dan 17 atau sebanyak 213 Kepala Keluarga yang terdiri dari 704 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

3 thoughts on “Sebulan Mengabdi di Pengungsian. Pramuli Purbalingga Ditarik Kembali ke Sanggar Pramuka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *